Battle Through the Heavens – Chapter 234 | Baca Novel Online

shadow

Battle Through the Heavens – Chapter 234 | Baca Novel Online

Menyiksa Nyeri

Di malam badai yang gelap, hujan lebat agung menghantam hutan gunung. Angin liar membawa suara melolong yang membuat suara ‘hua hua’ di hutan. Terkadang, guntur mengaum di langit. Suara gemuruhnya yang keras akan berderak tanpa henti melewati gunung tempat suara rament bertahan. Ular perak melintas di langit gelap yang menindas tempat suara no chi la terdengar berulang kali. Setiap sesekali, cahaya perak yang menusuk akan menyinari hutan gunung hitam gelap seolah-olah itu siang hari. Di tebing gunung yang curam, sesosok manusia tua memegang tangannya di belakangnya ketika dia berdiri di atas batu gunung yang tajam. Wajah tuanya tidak berekspresi saat dia menatap kilat yang berkedip dan bergemuruh. Tubuhnya yang sedikit bungkuk seperti pinus tua, berdiri mantap di atas tebing. Dia memiliki sikap acuh tak acuh dan mengesankan yang menyarankan dia tidak akan bergerak terlepas dari cuaca brutal di sekitarnya. Namun, jika seseorang mengamati dengan seksama, orang akan dapat memperhatikan bahwa setiap kali tatapan lelaki tua itu melayang ke arah pintu masuk gunung gua yang ditutupi oleh tumpukan batu yang pecah, cakar elang seperti tangannya tanpa sadar akan …